Senin, 15 Desember 2014

POLBAN, sebuah cerita penuh perjuangan...



Setelah lulus sma pasti semua siswa bingung mau kuliah dimana dan jurusan apa,   begitu juga dengan saya yang pusing dengan berbagaimacam pilihan pokoknya semua pilihan itu muter-muter terus di otak ditambah lagi ujian sbmptn yang semakin dekat, membuat saya yang dengan kemampuan yang pas-pasan ini makin menggila, hari demi hari terlewati akhirnya waktu ujian pun dimulai karena persiapan yang sangat mentah, sayapun bagaikan melukis di atas kanvas yang menjadi LJK, banyak pertanyaan di soal yang sangat asing saya kerjakan, saat menit terakhir pengawas pun berkata “5 menit lagi”  ini jelas buat saya gelisah ditamban baru 50% soal yg saya bulletin itu pun banyak yang nembak, saat itu  aliran darah berasa terkumpul di leher dan terasa sangat panas karena saya berpikir ini jalan satu’’nya saya bisa kuliah, saya berpikir apa jadinya bila saya gagal di ujian ini, akhirnya ujian  itupun selesai masa ketika otak saya tertekan pun usai hanya penyesalan yang saya rasakan. Saat itu waktu zuhur saya pun kemasjid untuk solat dan menenangkan diri di situ saya berdoa dan curhat kepada allah untuk memberikan jalan yang terbaik. Sepulang dari sana saya periksa lagi semua soal dan benar saja banyak soal yang salah, sayapun semakin menyesal mengapa dulu saya tidak belajar dengan serius untuk ujian ini, waktu pun berlalu dengan cepat saatnya pengumumman seperti yang saya duga sayapun tidak lulus sbmptn, disitu saya sangat terpukul, tetapi saat saya menanyakan kepada teman yang terkenal piter dan rajin lespun ia tidak lulus dan banyak lagi yang terkenal pinter tidak lulus, hal ini mengobati saya bahwa gak cuman saya sendiri yang ga lulus, di situ saya putus asa lalu ketika saya buka fb ada sebuah setatus yang berbunyi “di balik kegagalan banyak peluang yang terbuka” seketika itu saya bertekat untuk tidak putus asa dan kembali mencoba, berbagai macam saya kerahkan untuk mencari infomasi, akhirnya saya dapet info smb polban yang diadakan satu bulan lagi, disitu saya bertekat dan berusaha untuk belajar secara serius dan mencari latihan soal smb polban, selama satu bulan full saya berusaha sekuat bola mata dan bedoa dan memohon kepada allah untuk meluluskan saya , semangat saya semakin kuat ditambah ada tiga temen saya yang selalu rangking daftar kesana juga, seminggu sebelum ujian kami ber empat ikut try out smb polban dan tidak ada yang lulus, saya pun kaget try out aja ga lulus apalagi ujian aslinya, tetapi apapun yang terjadi hal ini tidak samasekali menyurukan niat saya, selama satu minggu terakhir saya mengurung diri di kamar dan merancang berbagaimacam strategi untuk lulus dalam ujian ini, akhirnya ujianpun dimulai semua ilmu saya kerahkan dan semua strategi saya lancarkan, ujian pun selesai dan tenyata tidak sesulit yang saya duga saya pun keluar kelas dengan rasa puas karena usaha sebelum ujian yang maksimal, tiga hari berlalu begitu cepat saatnya pengumuman, selesai bebuka puasa ada sms dari seorang teman yang ber isi ”selamat har kamu keterima di refrigerasi” tentu saja saya ga langsung percaya dan langsung lari caw ke warnet untuk mengecek dan ternyata benar saya di terima di jurusan refrigrasi d3 polban, alhamdullilah  saya pun sangat senang, semua doa dan usaha selama sebulan terbayar lunas. Tetapi teman seperjuanganku tidak ada yang lulus hal ini jelas membuatku terharu  dan memberikan semangat untuk mereka.
Disini sayapun mulai sadar dibalik kegagalan ada peluang yang lebih besar asalkan kita  tidak berputus asa dari rahmat allah


yang pasti ouhyeah saya lulus masuk gerbang POLBAN